Water and Sanitation (WASH): Program Kebersihan Lingkungan PMI untuk Mencegah Wabah di Pengungsian

Admin_pmigorontalo/ September 28, 2025/ Berita, Edukasi

Setelah bencana melanda, ancaman terbesar bagi para penyintas seringkali bukan lagi gempa bumi atau banjir itu sendiri, melainkan kondisi lingkungan yang buruk di lokasi pengungsian. Palang Merah Indonesia (PMI) menempatkan Program Kebersihan Lingkungan atau Water and Sanitation (WASH) sebagai prioritas utama dalam fase tanggap darurat dan pemulihan. Program Kebersihan Lingkungan ini mencakup penyediaan air minum yang aman, pembangunan fasilitas sanitasi yang layak, dan promosi kebersihan pribadi. Tanpa Program Kebersihan Lingkungan yang efektif, kepadatan penduduk di kamp pengungsian dapat memicu penyebaran penyakit menular dengan cepat—seperti diare, kolera, atau disentri—mengubah krisis awal menjadi bencana kesehatan yang lebih besar.


Tiga Pilar Strategis Program WASH PMI

Keberhasilan PMI dalam WASH bergantung pada integrasi tiga komponen utama yang diimplementasikan segera setelah tim Siaga Bencana tiba di lokasi.

1. Penyediaan Air Bersih (Water Supply)

Air adalah kebutuhan fundamental. PMI menggunakan dua metode utama untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman:

  • Distribusi Tangki dan Water Treatment Unit: PMI mengerahkan mobil tangki air dan Unit Pengolahan Air (Water Treatment Unit / WTU) bergerak. WTU ini mampu mengambil air dari sumber alami (sungai, sumur) dan memurnikannya hingga aman dikonsumsi. WTU PMI di Kabupaten X tercatat mampu memproduksi 5.000 liter air bersih per jam, yang dapat mencukupi kebutuhan harian sekitar 2.500 jiwa.
  • Standar Air: Air yang didistribusikan harus memenuhi standar kualitas minum yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan pengujian klorin dan bakteri rutin dilakukan setiap 12 jam oleh tim teknis.

2. Fasilitas Sanitasi yang Layak (Sanitation)

Ketiadaan toilet dan tempat pembuangan limbah yang layak adalah penyebab utama pencemaran lingkungan.

  • Toilet Darurat: PMI segera membangun fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) darurat, memastikan rasio toilet per individu terpenuhi (ideal 1 toilet untuk 20 orang). Penempatan toilet harus berada minimal 30 meter dari sumber air dan tempat makan untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Pengelolaan Sampah: Program Kebersihan Lingkungan juga mencakup pengelolaan sampah padat dan cair. Lokasi penampungan sampah sementara yang terpisah (organik dan non-organik) ditetapkan, dan tim relawan secara rutin membersihkan area tenda.

Promosi Kebersihan (Hygiene Promotion)

Aspek penting dari WASH adalah perubahan perilaku. Seaman apa pun air yang disediakan, jika kebersihan pribadi diabaikan, wabah tetap dapat terjadi.

  • Pendidikan Kesehatan: Relawan PMI, termasuk anggota PMR Wira, dikerahkan untuk melakukan promosi kebersihan secara langsung. Mereka mengedukasi pengungsi tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah buang air dan sebelum makan.
  • Distribusi Hygiene Kits: Setiap keluarga di pengungsian menerima hygiene kit yang berisi sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi, pasta gigi, dan pembalut wanita. Distribusi ini dilakukan di Posko Induk Pengungsian setiap Hari Kamis pada fase awal darurat.

Melalui upaya terkoordinasi ini, PMI memastikan bahwa kondisi hidup di pengungsian tidak menjadi ancaman kedua bagi para penyintas, melainkan tempat yang aman untuk memulai proses pemulihan.

Share this Post