Wabah COVID-19 Akibatkan Kelangkaan Darah: Kekurangan Hingga 50%

Admin_pmigorontalo/ Juni 27, 2025/ Berita, PMI

Wabah COVID 19 telah membawa dampak luas, termasuk pada ketersediaan stok darah nasional. Palang Merah Indonesia (PMI) melaporkan adanya kelangkaan yang signifikan, dengan beberapa daerah mengalami penurunan hingga 50%. Situasi ini mengkhawatirkan, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus ada, bahkan meningkat pada masa pandemi.

Penurunan drastis stok darah ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekhawatiran masyarakat untuk berdonor darah di tengah Wabah COVID 19. Pembatasan sosial dan imbauan untuk mengurangi mobilitas juga turut memengaruhi jadwal donor darah massal yang biasa digelar.

Banyak instansi, perusahaan, dan sekolah yang biasanya rutin mengadakan kegiatan donor darah, terpaksa membatalkannya. Hal ini sangat berdampak pada pasokan darah PMI. Padahal, kegiatan donor darah massal merupakan salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan darah harian.

Akibatnya, unit donor darah (UDD) di berbagai daerah menghadapi tantangan serius. PMI menyebutkan bahwa beberapa unit hanya memiliki stok darah untuk satu hingga dua hari. Padahal, idealnya, setiap unit harus memiliki ketersediaan darah minimal untuk empat hari ke depan guna mengantisipasi kebutuhan darurat.

Kekurangan stok darah ini sangat berbahaya bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Pasien operasi, penderita talasemia, hemofilia, dan korban kecelakaan adalah beberapa contoh yang sangat bergantung pada ketersediaan darah. Kelangkaan ini dapat mengancam nyawa mereka di tengah wabah COVID 19.

PMI telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mengatasi kelangkaan ini. Mereka berupaya meyakinkan masyarakat bahwa donor darah aman dilakukan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Edukasi dan sosialisasi terus digencarkan untuk menghilangkan keraguan para calon donor.

Protokol ketat meliputi skrining kesehatan mendalam bagi pendonor, sterilisasi area donor, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap oleh petugas. Semua ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan virus selama proses donor darah, demi keamanan bersama.

Selain itu, PMI juga aktif menjalin kerja sama dengan TNI/Polri dan berbagai instansi lainnya. Kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh aparat keamanan seringkali membantu mengisi kekosongan stok darah. Ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan wabah COVID-19.

Share this Post