Teknik Memindahkan Korban: Belajar Evakuasi Aman dari Ahli Kemanusiaan

Admin_pmigorontalo/ November 30, 2025/ PMI

Dalam situasi darurat atau bencana, pertolongan pertama yang diberikan kepada korban harus segera diikuti dengan evakuasi yang aman menuju fasilitas medis atau tempat yang lebih stabil. Namun, proses memindahkan korban adalah tahap yang paling rentan, di mana kesalahan kecil dapat memperparah cedera, terutama pada kasus trauma tulang belakang atau patah tulang. Menguasai Teknik Memindahkan Korban secara benar, seperti yang diajarkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), sangat krusial. Teknik Memindahkan Korban yang aman berfokus pada imobilisasi yang tepat dan menjaga keselarasan tulang belakang korban. Teknik Memindahkan Korban yang dikuasai oleh ahli kemanusiaan memastikan bahwa proses penyelamatan tidak menambah risiko cedera baru pada korban.

🦴 Prioritas: Stabilisasi Tulang Belakang

Sebelum Teknik Memindahkan Korban apapun diterapkan, prioritas utama relawan adalah mengesampingkan atau mengonfirmasi cedera tulang belakang.

  • Pencegahan Secondary Injury: Jika korban mengalami trauma tumpul yang parah (misalnya, jatuh dari ketinggian 3 meter atau korban tabrakan mobil), relawan wajib mengasumsikan adanya cedera tulang belakang. Dalam kondisi ini, setiap gerakan harus dilakukan dengan sangat hati-hati, memastikan kepala, leher, dan punggung berada dalam satu garis lurus (in-line stabilization).
  • Alat Imobilisasi: PMI melatih penggunaan alat imobilisasi spesifik. Untuk cedera leher, cervical collar (penyangga leher) harus dipasang. Untuk pemindahan di medan berat, long spine board (papan tulang belakang panjang) digunakan untuk memastikan tubuh korban benar-benar kaku dan tidak bergerak selama proses evakuasi.

📝 Metode Pemindahan yang Diajarkan PMI

PMI mengajarkan berbagai metode pemindahan, disesuaikan dengan kondisi korban dan jumlah penolong.

  1. Pemindahan Darurat (Emergency Move): Metode ini hanya digunakan jika ada ancaman bahaya langsung terhadap nyawa korban atau penolong (misalnya, bahaya kebakaran, ledakan, atau bangunan runtuh). Teknik Memindahkan Korban yang cepat seperti Fireman’s Drag (korban diseret) atau Blanket Drag (korban diseret menggunakan selimut) mungkin dilakukan, meskipun berisiko memperparah cedera, karena menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama.
  2. Pemindahan Terencana (Non-Emergency Move): Metode ini digunakan ketika tidak ada ancaman langsung dan kondisi korban telah stabil. Ini melibatkan beberapa penolong untuk memastikan beban terbagi rata.
    • Angkatan Tiga Penolong (Three-Person Lift): Tiga relawan berlutut di sisi korban, menopang kepala/dada, pinggul, dan kaki. Mereka mengangkat korban secara serentak ke tandu atau spine board berdasarkan aba-aba dari komandan tim.

💡 Pentingnya Komunikasi

Dalam Teknik Memindahkan Korban, komunikasi tim adalah hal yang paling krusial. Setiap anggota tim harus tahu kapan harus mengangkat, memutar, atau berjalan, semuanya dikoordinasikan oleh satu komandan lapangan. Berdasarkan panduan standar operasi (SOP) tim evakuasi PMI pada 11 April 2025, komandan tim wajib menyebutkan aba-aba evakuasi dengan jelas (“Siap! Angkat!,” “Siap! Turun!”), dan relawan wajib merespons (“Siap!”) untuk menghindari miskomunikasi.

Share this Post