PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan 2,5 Ton untuk Korban Banjir di Bali

Admin_pmigorontalo/ Oktober 7, 2025/ Berita

Setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Bali pada awal September 2025, Palang Merah Indonesia (PMI) dengan sigap menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Sebagai respons cepat terhadap bencana yang melanda, PMI Pusat mengirimkan bantuan kemanusiaan logistik seberat total 2,5 ton untuk korban banjir di Pulau Dewata. Pengiriman besar ini merupakan bentuk dukungan maksimal untuk upaya penanganan tanggap darurat yang dikoordinasikan oleh PMI Provinsi Bali dan PMI Kabupaten/Kota setempat. Bantuan yang diperkirakan bernilai total sekitar Rp207 juta ini dikirimkan dari Gudang Regional PMI di Gresik pada Jumat, 12 September 2025, sehari setelah puncak musibah banjir yang terjadi pada 9-10 September 2025.

PMI Pusat tidak hanya mengirimkan bahan makanan, namun fokus pada dukungan aset dan perlengkapan mendesak yang dibutuhkan oleh masyarakat di lokasi terdampak. Dukungan logistik tersebut mencakup satu unit kendaraan tangki air untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih pascabanjir, 500 buah sarung, 500 buah kelambu, 200 hygiene kit (perlengkapan kebersihan), 50 family kit (perlengkapan keluarga), 50 baby kit (perlengkapan bayi), serta 10 terpal berukuran 4×50 meter. Jenis bantuan ini dipilih berdasarkan hasil asesmen cepat kebutuhan di lapangan yang menunjukkan perlengkapan kebersihan, tempat tidur, dan air bersih menjadi prioritas utama. Penyaluran logistik ini menjadi kunci untuk membantu ribuan warga terdampak di wilayah seperti Kabupaten Jembrana, Badung, dan Kota Denpasar yang mengalami dampak terparah dari luapan air.

Tim Relawan PMI Provinsi Bali bersama dengan relawan dari berbagai cabang di kabupaten/kota mengerahkan puluhan personel. Tercatat, hingga Sabtu, 13 September 2025, hari keempat respon tanggap darurat, lebih dari 75 personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis. Operasi ini mencakup berbagai kegiatan vital, mulai dari asesmen wilayah terdampak, evakuasi, penyediaan layanan ambulans, pelayanan kesehatan, hingga pendirian dan operasional dapur umum. Salah satu fokus utama adalah pelayanan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene), termasuk pembersihan dan penyedotan lumpur pascabanjir, serta distribusi air bersih. Upaya ini sangat krusial mengingat banyak sumber air warga, seperti sumur, yang tercemar oleh lumpur dan air banjir.

Komitmen Palang Merah Indonesia dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ini diapresiasi oleh berbagai pihak. Koordinasi yang terjalin dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat keamanan, seperti personel dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar dan TNI AD, memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan menjangkau komunitas yang paling rentan. Sebagai contoh, di Denpasar, distribusi bantuan menyentuh titik-titik pengungsian di Banjar Tohpati dan Kesambi, Kesiman Pentilan. PMI juga aktif menerima dan menyalurkan donasi dari masyarakat maupun mitra swasta. Contohnya, dukungan dana untuk kegiatan WASH dari donasi pelanggan Apotek K-24 sebesar Rp50 juta yang secara spesifik digunakan untuk distribusi air bersih. Hingga akhir September 2025, tercatat PMI Bali telah menyalurkan lebih dari 64.000 liter air bersih kepada warga terdampak di Jembrana dan Denpasar.

Keberlanjutan respon ini menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan bukan sekadar aksi sesaat, tetapi proses jangka panjang. Selain bantuan fisik, PMI juga memberikan layanan dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak dan lansia, untuk membantu pemulihan trauma pascabencana. Ketua Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menyatakan bahwa respon PMI akan terus mendampingi korban hingga kondisi masyarakat pulih sepenuhnya. PMI Pusat terus memantau perkembangan dan siap mengirimkan dukungan tambahan jika diperlukan. Aksi cepat dan terukur ini menjadi penanda kesiapan PMI sebagai organisasi kemanusiaan utama di Indonesia dalam menghadapi tantangan kebencanaan.

Share this Post