PMI Gorontalo Gelar Simulasi Cegah Kebakaran di Area Pasar

Admin_pmigorontalo/ April 19, 2026/ Berita

Kepadatan aktivitas di pusat perbelanjaan tradisional seringkali menyimpan risiko keselamatan yang tinggi, terutama terkait ancaman api yang bisa muncul kapan saja. Menyadari potensi bahaya tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo mengambil langkah preventif yang sangat krusial dengan melaksanakan agenda Gelar Simulasi Cegah Kebakaran penanganan keadaan darurat. Kegiatan ini difokuskan di area pasar karena lokasi tersebut memiliki karakteristik bangunan yang rapat, instalasi listrik yang kompleks, serta banyaknya material yang mudah terbakar, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang matang dari seluruh elemen pedagang dan pengelola pasar.

Langkah utama dalam upaya untuk cegah kebakaran ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai deteksi dini potensi api. Seringkali, kebakaran besar dipicu oleh hal-hal kecil seperti hubungan arus pendek listrik atau kelalaian dalam penggunaan kompor di kios makanan. Dalam simulasi ini, para pedagang diajarkan cara memeriksa kabel listrik secara berkala dan cara menyimpan barang dagangan agar tidak menutupi akses alat pemadam api ringan (APAR). Kesiapsiagaan di level individu ini menjadi pertahanan pertama sebelum api menjalar dan sulit untuk dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Gorontalo ini juga melibatkan teknik pemadaman api menggunakan alat tradisional maupun modern. Para pedagang diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara memadamkan api menggunakan karung goni basah dan cara mengoperasikan APAR dengan benar. Latihan fisik ini sangat penting untuk membangun ketenangan mental saat terjadi situasi darurat yang sesungguhnya. Dengan melatih respon motorik mereka, diharapkan rasa panik yang biasanya muncul saat melihat api dapat ditekan, sehingga tindakan penyelamatan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efektif.

Gelar Simulasi Cegah Kebakaran yang luas dan memiliki lorong-lorong sempit menuntut adanya jalur evakuasi yang jelas dan tidak terhambat. Dalam simulasi ini, petugas PMI bersama pengelola pasar memetakan kembali jalur penyelamatan diri dan titik kumpul yang aman. Warga pasar diingatkan untuk tidak meletakkan barang dagangan di sepanjang jalur evakuasi yang dapat menghambat proses penyelamatan jiwa jika terjadi bencana. Koordinasi antara pedagang, petugas keamanan pasar, dan tim medis PMI diperkuat melalui simulasi skenario penyelamatan korban luka, sehingga setiap pihak mengetahui peran dan fungsinya masing-masing dalam rantai komando darurat.

Share this Post