Kesiapan Vertical Rescue: Pelatihan Penggunaan Tandu Darurat dan Tali Temali

Admin_pmigorontalo/ April 21, 2026/ Berita

Menghadapi potensi bencana di wilayah dengan topografi ekstrem, penguatan kesiapan Vertical Rescue menjadi agenda krusial bagi tim penolong di seluruh Indonesia. Fokus utama dalam pengembangan keahlian ini adalah pelatihan penggunaan tandu darurat yang dirancang khusus untuk evakuasi di medan miring atau ketinggian. Selain itu, penguasaan teknik tali temali yang presisi menjadi fondasi utama guna memastikan keamanan, baik bagi penyintas maupun personel penyelamat saat melakukan operasi di area yang sulit dijangkau. Upaya peningkatan kapasitas ini dilakukan secara intensif melalui simulasi lapangan, serupa dengan langkah strategis yang dilakukan oleh tim lapangan dalam simulasi cegah kebakaran untuk meminimalkan risiko kerugian di area publik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Teknik penyelamatan vertikal memerlukan konsentrasi dan keahlian teknis yang sangat tinggi. Personel tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai mekanika beban dan kekuatan alat. Dalam pelatihan kesiapan Vertical Rescue, setiap peserta diwajibkan menguasai prosedur keselamatan standar (SOP) sebelum melakukan praktik di lapangan. Kesalahan kecil dalam instalasi perangkat dapat berakibat fatal, sehingga pengulangan materi dan pengujian alat dilakukan secara berkala untuk menjaga kesiapan operasional tim.

Penggunaan tandu darurat dalam medan vertikal memiliki spesifikasi yang berbeda dengan evakuasi di daratan rata. Tandu harus mampu melindungi tubuh pasien dari benturan material dinding tebing atau reruntuhan bangunan, sekaligus menjaga posisi tubuh tetap stabil saat ditarik ke atas atau diturunkan. Pelatihan ini mencakup cara mengikat pasien (packaging) secara cepat namun aman, serta memastikan distribusi berat beban terbagi rata pada titik-titik tumpu tali pengaman. Efisiensi waktu dalam pengemasan pasien sangat menentukan peluang keselamatan jiwa di masa kritis.

Sementara itu, penguasaan tali temali merupakan keterampilan dasar yang menjadi “nyawa” dalam operasi penyelamatan ketinggian. Para relawan diajarkan berbagai jenis simpul, mulai dari simpul penambat hingga simpul geser yang digunakan untuk mengatur kecepatan turun. Selain simpul, pengenalan terhadap alat mekanis seperti descender dan ascender menjadi materi wajib. Pengetahuan tentang masa pakai tali dan cara perawatan alat juga diberikan agar peralatan yang digunakan selalu dalam kondisi prima dan tidak mengalami kegagalan fungsi saat operasi berlangsung.

Share this Post