Jangan Masukkan Sendok! Ini Pertolongan Pertama yang Benar Saat Orang Kejang

Admin_pmigorontalo/ September 30, 2026/ Berita

Menghadapi kondisi darurat medis saat seseorang mengalami kejang mendadak membutuhkan ketenangan tinggi serta pemahaman prosedur keamanan diri yang benar. Sama halnya ketika kita mencari solusi cara mengatasi air sumur keruh dengan kaidah alami yang tepat, memberikan bantuan pada orang kejang harus mengutamakan keselamatan tanpa melakukan tindakan mitos yang membahayakan pasien. Mitos memasukkan benda keras seperti sendok ke mulut korban justru dapat memicu cederanya organ mulut.

Tindakan paling berbahaya yang sering dilakukan awam adalah memaksakan sendok atau jari ke dalam mulut korban kejang dengan alasan mencegah lidah tertelan. Masukkan benda keras ke mulut penderita orang kejang berisiko patahnya gigi, luka robek lidah, hingga penyumbatan total saluran pernapasan akibat patahan benda tersebut. Secara anatomis, lidah manusia tidak akan pernah tertelan ke dalam tenggorokan saat terjadi kejang.

Langkah pertama yang benar adalah merebahkan penderita di permukaan lantai yang rata dan aman dari benda-benda keras atau tajam di sekitarnya. Longgarkan pakaian yang melilit area leher seperti kerah baju, dasi, atau syal agar sirkulasi udara pernapasan berjalan lancar. Berikan bantalan empuk seperti lipatan jaket atau bantal kecil di bawah kepala korban untuk mencegah benturan keras.

Miringkan posisi tubuh penderita secara perlahan ke salah satu sisi guna membuka jalan napas serta membiarkan cairan liur keluar otomatis. Jangan pernah berusaha menahan atau menekan gerakan hentakan tubuh penderita kejang secara paksa karena dapat memicu patah tulang otot. Biarkan episode gerakan otot berhenti secara alami sembari Anda memantau durasi lamanya kejang berlangsung.

Tetap dampingi penderita orang kejang hingga kesadarannya pulih penuh serta jangan berikan makanan atau minuman sebelum penderita sadar total. Keadaan linglung atau mengantuk umumnya dialami penderita pasca serangan kejang mereda beberapa saat. Buat suasana sekitar tetap tenang agar penderita tidak merasa panik saat mulai mengumpulkan kesadarannya kembali.

Segera hubungi layanan panggilan darurat medis jika durasi kejang berlangsung lebih dari lima menit atau terjadi kejang berulang dalam waktu singkat. Penanganan medis profesional di rumah sakit diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab dasar pemicu gangguan gangguan aktivitas listrik otak tersebut. Langkah pertolongan yang benar mencegah cedera fisik sekunder yang tidak diinginkan pada penderita.

Share this Post